Doa Niat Wudhu

Doa Niat Wudhu – Niat menurut bahasa adalah menuju atau bermaksud akan melakukan suatu hal. Membaca niat di dalam hati dan disunahkan dengan lafal yang dibaca dari lidah. Membaca doa niat wudhu merupakan salah satu rukun atau wajib wudhu. Berikut adalah 6 rukun wudhu yang perlu dipahami dan dilakukan dengan benar.

Rukun Wudhu dan Bacaannya

niat wudhu
islampos.com

Wudhu merupakan rutinitas yang wajib dilakukan oleh umat muslim sebelum shalat. Wudhu terdiri dari 6 rukun wajib sebagai berikut.

1. Niat

Bacaan atau doa niat wudhu berbunyi:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan doa atau niat sebelum wudhu latin:

“Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa”

Terjamahan atau arti niat wudhu:

“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”

Bacaan niat tersebut termasuk salah satu rukun wudhu sesuai dengan pendapat para ulama yang berpedoman pada hadis berikut.

Shahih Al Bukhari, 52:

“Diriwayatkan dari Umar Bin Khattab RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya segala amal perbuatan itu bergantung pada niat (maksud) nya”

Membaca doa niat wudhu dilakukan di dalam hati, sedangkan doa yang diucapkan hukumnya adalah sunah. Sementara itu, waktu untuk membaca niat tersebut adalah pada saat mulai membasuh sebagian anggota wajah.

Apabila niat wudhu dilakukan saat berkumur atau saat membasuh hidung, niatnya sah tetapi tidak mendapatkan pahala sunah. Niat tidak sah jika dilakukan setelah membasuh muka atau saat mencuci tangan.

2. Membasuh muka

Rukun wudhu selanjutnya adalah membasuh muka. Gerakannya adalah menyeluruh mulai dari tempat tumbuhnya rambut atau wajah bagian atas hingga ke bawah atau dagu. Pada saat membasuh muka ini, juga membaca doa niat wudhu dengan benar.

Sebelum membasuh muka, ada beberapa sunah wudhu seperti membaca basmalah, membasuh kedua telapak tangan, berkumur, dan membasuh lubang hidung.

3. Membasuh dua tangan hingga ke siku

Siku merupakan bagian tubuh yang wajib dibasuh pada saat wudhu. Rukun wudhu yang ketiga adalah membasuh kedua tangan hingga mencapai bagian siku. Ketentuan ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi:

“Dan basuhlah tangan-tanganmu hingga siku” (QS: Al Maidah ayat 6)

4. Mengusap sebagian kepala

Rukun wudhu selanjutnya adalah mengusap sebagian kepala. Rukun keempat ini berbeda dengan rukun membasuh muka. Mengusap sebagian kepala dilakukan dengan membasahi rambut dengan air, tetapi tidak semua rambut melainkan hanya sebagian rambut kepala yang berada di bagian depan atau atas dahi saja.

  Doa Masuk Kamar Mandi

5. Membasuh kedua kaki hingga ke mata kaki

Sesuai firman Allah dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya:

“Basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki”

Rukun wudhu selanjutnya adalah dengan membasuh kedua kaki hingga mencapai bagian mata kaki. Sesuai anjuran Rasulullah, rukun wudhu ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan pastikan mata kaki terkena air.

6. Tertib

Rukun wudhu diawali dengan membaca doa niat wudhu dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Rukun wudhu yang perlu diketahui adalah tertib artinya rukun wudhu harus dilakukan sesuai urutan yang benar.

Wudhu tidak boleh dengan melompat-lompati langkah yang sudah ditentukan. Jika tidak urut, maka wudhu dinyatakan tidak sah. Pastikan juga untuk membaca niat dengan benar.Berwudhu

dianjurkan menggunakan air yang bersih dan menyucikan. Jika tidak ada air, maka bisa diganti dengan tayamum. Namun lebih utama menggunakan air apabila masih bisa dijumpai airnya.

Jenis air yang boleh dan sah digunakan untuk wudhu antara lain adalah air sumur, air kolam, air hujan, air sungai, dan air lelehan salju atau es. Rukunnya sama mulai dari membaca doa niat wudhu, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki, dan tertib.

Sementara untuk air yang tidak sah untuk wudhu adalah air yang kotor. Air yang tidak jernih, berbau, dan berubah karena ada rendaman sesuatu di dalamnya. Air yang terkena najis seperti untuk minum anjing, babi, atau binatang najis lain tidak sah untuk wudhu.

Selain rukun wudhu, ada pula beberapa sunah wudhu antara lain membaca basmalah, membasuh telapak tangan, berkumur, mendahulukan bagian kanan, menghadap kiblat, dan lain-lain.

Sahnya wudhu menentukan sah atau tidaknya shalat. Jika wudhu batal, maka harus wudhu lagi sebelum shalat. Beberapa perkara yang bisa membatalkan wudhu antara lain kencing, kentut, buang air besar, dan lain-lain.

Membaca doa niat wudhu adalah wajib, sedangkan membaca doa setelah wudhu menjadi penyempurna wudhu.

Bunyinya adalah sebagai berikut.

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya: “Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”

Leave a Comment